DHARMA WANITA UP3AD Bagikan Bingkisan Ramadan

Harian Kota Solo - DHARMA WANITA UP3AD Bagikan Bingkisan Ramadan

SOLO–Unit Pelayanan Pendapatan dan Pemberdayaan Aset Daerah (UP3AD) atau yang lebih dikenal dengan nama Samsat membagikan bingkisan Ramadan bagi anak-anak kurang mampu di Taman Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Asy Syifa, Gilingan, Banjarsari, Solo, Jumat (3/8).

Ketua Dharma Wanita UP3AD, Aries Rachmanto, mengatakan ada 70 bingkisan yang diberikan bagi anak-anak di Asy Syifa.

“Tiap tahun, kami biasa membagikan bingkisan untuk anak-anak panti asuhan atau yang kurang mampu. Kami berharap bingkisan itu bisa bermanfaat bagi anak-anak,” kata Aries saat ditemui wartawan pada sela-sela acara.

Dia berharap acara itu bisa berkesinambungan tiap tahun. Pembagian bingkisan tersebut merupakan bagian dari penyaluran zakat mal ibu-ibu Dharma Wanita UP3AD.


Berita Jumat, 03/8/2012 - sumber: Solopos

Berita Lainnya:
  • PKL Onderdil Bekas Jl Tentara Pelajar Pindah
  • BP3 PKS SOLO Adakan Survei Internal Kader
  • DPD PAN Jaring Bacaleg
  • JOKOWI-AHOK WEDANGAN, Warga pun Enggan Beranjak
  • PASAR KLEWER: FS Belum Selesai, DED Mulai Dilelang
  • PKL Onderdil Bekas Jl Tentara Pelajar Pindah

    Harian Kota Solo - PKL Onderdil Bekas Jl Tentara Pelajar Pindah

    SOLO- Pedagang kaki lima (PKL) onderdil bekas di Jl Tentara Pelajar Solo, Jumat (3/8/2012), akhirnya membongkar lapak/kios mereka. Pembongkaran disaksikan oleh petugas Satpol Pamong Praja (PP).

    Satu kendaraan truk dan mobil patroli Satpol PP dikerahkan untuk membantu mengangkut dagangan PKL ke lokasi baru berjualan di Selter Pedaringan. Berdasar pengamatan Solopos.com, belum semua pedagang langsung menempati selter. Alasannya penyiapan selter dan pembuatan selter tambahan belum rampung.

    Ketua Paguyuban PKL Besi Tua Onderdil Mobil Jl Tentara Pelajar, Maryono, ditemui Solopos.com mengakui hal itu. Tapi menurut dia kondisi tersebut tidak jadi masalah. Pedagang yang belum bisa langsung berjualan memilih membawa dagangan mereka ke rumah. “Kendala saat ini ya hanya selter di lokasi baru belum siap 100 persen. Sebagian besar selter belum berpintu sehingga tidak aman untuk menyimpan dagangan,” katanya.

    Sampai saat ini pedagang terus mengebut penyiapan selter di Pedaringan yang baru mencapai sekitar 75 persen. Dari segi jumlah menurut Maryono sudah tidak jadi masalah. Sebab pedagang bisa menyiasati keterbatasan selter dengan cara memasang sekat dan membuat selter tambahan. Kendati sebelumnya dipermasalahkan oleh direksi Perusda Pusat Pergudangan Kota (PPK) Pedaringan, selter tambahan sudah selesai dibangun.

    Untuk pengoperasiannya tinggal menunggu finishing seperti pemasangan pintu penutup. Maryono memperkirakan penyiapan selter baru untuk berjualan di Pedaringan baru selesai pertengahan pekan depan. Dia optimistis tempat baru berjualan di Pedaringan akan membawa hoki. Sebab lokasinya lebih strategis karena cukup dikenal dan areanya luas.

    Sedangkan Kepala Satpol PP Kota Solo, Sutarjo, menjelaskan rencana pemindahan PKL onderdil bekas sudah lama. Alasannya lokasi berjualan mereka terlalu dekat dengan badan Jl Tentara Pelajar. Sehingga membahayakan pengguna jalan dan konsumen para PKL. Dalam prosesnya 23 PKL onderdil bekas setuju pindah ke Selter Pedaringan. “Seharusnya akhir bulan Juli mereka sudah harus bongkar lapak. Kami beri toleransi hingga awal Agustus ini,” terangnya.

    Sutarjo mengakui sempat timbul masalah terkait pemindahan PKL ke Selter Pedaringan. Menurut dia otoritas PPK Pedaringan sempat keberatan dengan pembuatan selter tambahan di Selter Pedaringan. Tapi setelah dilakukan pembicaraan akhirnya otoritas PPK Pedaringan dapat menerimanya.


    Berita Jumat, 03/8/2012 - sumber: Solopos

    Berita Lainnya:
  • BP3 PKS SOLO Adakan Survei Internal Kader
  • DPD PAN Jaring Bacaleg
  • JOKOWI-AHOK WEDANGAN, Warga pun Enggan Beranjak
  • PASAR KLEWER: FS Belum Selesai, DED Mulai Dilelang
  • Batal Digelar di Solo, Dana SIEM Didrop
  • BP3 PKS SOLO Adakan Survei Internal Kader

    Harian Kota Solo - BP3 PKS SOLO Adakan Survei Internal Kader

    Berita Jumat, 03/8/2012 - sumber: Solopos

    Berita Lainnya:
  • DPD PAN Jaring Bacaleg
  • JOKOWI-AHOK WEDANGAN, Warga pun Enggan Beranjak
  • PASAR KLEWER: FS Belum Selesai, DED Mulai Dilelang
  • Batal Digelar di Solo, Dana SIEM Didrop
  • SOLO TECHNO PARK: Program Pelatihan Teknisi Pesawat Terbang di STP Digelontor Rp 2,7 M
  • DPD PAN Jaring Bacaleg

    Harian Kota Solo - DPD PAN Jaring Bacaleg

    SOLO--Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Amanat Nasional (PAN) Solo mulai melakukan penjaringan bakal calon legislatif (Bacaleg) untuk menghadapi Pemilu Legislatif 2014 mendatang.

    Hal tersebut disampaikan Ketua DPD PAN Solo, Umar Hasyim ketika dijumpai wartawan, Kamis (2/8/2012). Menurutnya penjaringan Bacaleg dilatarbelakangi permintaan dari dewan pimpinan pusat (DPP).

    “Penjaringan Bacaleg ini bisa dikatakan penjaringan dini. Sebab ada permintaan dari DPP untuk menyetor nama-nama Bacaleg yang akan terlibat dalam Pemilu Legislatif 2014 nanti,” ujar Umar.

    Sebanyak 50-an nama Bacaleg, sambung Umar, yang sudah disetor kepada DPP pada awal pekan ini. Mereka semua berasal dari lima kecamatan di seluruh Kota Solo.

    Mengenai nama-nama yang masuk dalam penjaringan diakui Umar banyak yang masuk kategori nama-nama lama. Kader PAN yang sudah pernah menjabat sebagai anggota DPRD masuk lagi dalam penjaringan tersebut. Meski banyak nama-nama lama namun menurut Umar nama-nama baru dari kader muda masih mendominasi.

    Karena sifatnya masih dini, Umar mengakui, sangat memungkinkan nama-nama yang sudah diusulkan kepada DPP akan berubah. “Saat ini kami melakukan lagi pemantapan penjaringan hingga ke tingkat ranting. Surat edaran (SE) juga sudah kami sebarkan. Agak berbeda dengan penjaringan sebelumnya, kami juga membuka kesempatan kepada masyarakat umum yang bukan kader PAN untuk turut serta bergabung,” ujarnya. Tidak ada pembatasan, sambung Umar, dalam pendaftaran Bacaleg dikhususkan untuk para kader PAN.


    Berita Kamis, 02/8/2012 - sumber: Solopos

    Berita Lainnya:
  • JOKOWI-AHOK WEDANGAN, Warga pun Enggan Beranjak
  • PASAR KLEWER: FS Belum Selesai, DED Mulai Dilelang
  • Batal Digelar di Solo, Dana SIEM Didrop
  • SOLO TECHNO PARK: Program Pelatihan Teknisi Pesawat Terbang di STP Digelontor Rp 2,7 M
  • REHAB MASJID AL WUSTHO Dapat Rp250 Juta
  • JOKOWI-AHOK WEDANGAN, Warga pun Enggan Beranjak

    Harian Kota Solo - JOKOWI-AHOK WEDANGAN, Warga pun Enggan Beranjak
    Rosa, 7, merajuk pada orangtuanya dan tak mau diajak pulang dari Wedangan Basuki di Kelurahan Sondakan, Laweyan, Solo, Rabu (1/8/2012), padahal jarum jam sudah menunjukkan pukul 21.30 WIB. Murid kelas I SD Kratonan itu bersikeras ingin foto bareng Walikota Solo, Joko Widodo (Jokowi) dan pasangannya dalam pilkada DKI Jakarta, Basuki Purnama (Ahok).

    Ya, malam itu pasangan Jokowi-Ahok menyempatkan diri mengunjungi jajanan khas Solo yang berada di pelataran Lumbung Batik Solo. Begitu pasangan itu tiba sekitar pukul 21.13 WIB, kerumunan orang yang telah menunggu langsung berebut mengambil fotonya, atau minta foto bersama. “Wah, ponsel saya enggak ada lampunya, fotonya gelap,” ujar ayah Rosa. Diantar ayah dan ibunya, Rosa sudah menunggu di wedangan itu sejak pukul 19.00 WIB.

    Syukurlah, akhirnya Rosa berkesempatan foto bareng Ahok. Permintaan foto bersama juga diajukan puluhan pengunjung wedangan, yang sebagian besar sengaja mengenakan “baju kebesaran” Jokowi, kota-kota merah-putih-biru. “Saya memang menunggu untuk mendapatkan fotonya,” ujar Catur, salah seorang pegawai stan batik di Lumbung Batik.

    Jokowi dan Ahok sendiri tampak santai menghadapi permintaan foto bersama. Mereka bahkan tak keberatan acara makannya disela untuk sekadar berpose. “Mangga-mangga, ayo nggabung, kok malah foto-foto terus,” ujar Jokowi sambil tertawa. Dalam kesempatan itu, Jokowi memesan wedang tape, nasi oseng, serta sejumlah lauk seperti sate ati, tempe mendoan dan tahu isi.

    Sedangkan Ahok memilih wedang jahe tape, serta lauk sate ati, tempe bacem dan kikil. “Enak, semuanya enak. Saya kan sering ke daerah-daerah, jadi enggak heran dengan jenis makanan-makanan ini, sudah pernah semua. Kecuali ini, saya baru kali pertama minum wedang jahe tape. Ternyata enak juga,” ujarnya kepada Solopos.com.

    Menyoal warung-warung wedangan yang banyak bertebaran di Solo, Ahok memujinya sebagai bentuk pemberdayaan ekonomi kerakyatan. Bahkan, menurutnya konsep yang sama sangat mungkin diterapkan di Jakarta, jika kelak dirinya dan Jokowi terpilih dalam pilkada gubernur putaran II DKI. “Dari skala ekonomi itu sangat mungkin. Selain masakannya enak, harganya juga murah. Bahkan masakan seperti ini bisa masuk ke food court di mal-mal,” papar Ahok.

    Dalam kesempatan itu, Jokowi tampak menikmati lagu dangdut Rhoma Irama yang tengah diputar. “Bagus ini, saya seneng dangdungnya Bang Rhoma, apalagi yang judulnya 135 Juta Penduduk Indonesia ini,” ujarnya sambil manggut-manggut menirukan lagu yang tengah diputar tersebut.

    Walikota Solo, Joko Widodo (kanan) berbincang dengan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, pasangannya dalam Pilkada DKI Jakarta, seraya mendengarkan sajian Bengawan Simphony Orchestra di Taman Balekambang, Solo, Rabu (1/8/2012). (JIBI/SOLOPOS/Sunaryo Haryo Bayu)


    Berita Kamis, 02/8/2012 - sumber: Solopos

    Berita Lainnya:
  • PASAR KLEWER: FS Belum Selesai, DED Mulai Dilelang
  • Batal Digelar di Solo, Dana SIEM Didrop
  • SOLO TECHNO PARK: Program Pelatihan Teknisi Pesawat Terbang di STP Digelontor Rp 2,7 M
  • REHAB MASJID AL WUSTHO Dapat Rp250 Juta
  • Komisi I DPRD Sidak Pembangunan Kantor Kelurahan
  • PASAR KLEWER: FS Belum Selesai, DED Mulai Dilelang

    Harian Kota Solo - PASAR KLEWER: FS Belum Selesai, DED Mulai Dilelang

    SOLO–Dinas Pengelolaan Pasar (DPP) Kota Solo mulai melelang kegiatan pembuatan detail engineering design (DED) pembangunan Pasar Klewer. Lelang itu dilakukan kendati belum jelas kapan feasibility study (FS) pasar tekstil itu bisa diketahui hasilnya.

    Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Solo, Anung Indro Susanto, kepada wartawan di balaikota, Rabu (1/8/2012), mengungkapkan tim penyusun FS dari PT Proporsi seharusnya sudah menyelesaikan penyusunan laporan dan menyampaikan hasilnya ke Pemkot, paling lambat akhir Juli 2012. Namun kenyataannya, hingga masuk Agustus, penyusunan laporan itu belum selesai.

    “Pendahuluannya saja belum. Malah tim juga masih perlu ke lapangan lagi karena masih ada beberapa hal yang perlu dipertajam dan direvisi,” jelas Anung.

    Beberapa hal dimaksud, lanjut Anung, misalnya terkait alur lalu lintas, pengaturan parkir, bentuk-bentuk struktur lay out dan sebagainya. Tim diberi waktu sampai pekan pertama Agustus untuk menyelesaikan laporan pendahuluan itu.

    Terpisah, Kepala DPP Solo, Subagiyo mengatakan kegiatan pembuatan DED Pasar Klewer yang dianggarkan dalam APBD 2012 senilai Rp550 juta, sengaja digelar saat ini, meski pihaknya mengetahui penyusunan FS belum selesai.  “Kami hanya berharap begitu FS-nya nanti selesai, DED sudah langsung bisa dimulai. Jadi tidak ada waktu yang terbuang,” terang Subagiyo, Rabu.

    Diakui Subagiyo, hasil FS itu memang belum pasti apakah akan mengarah pada pembangunan atau tidak. Terkait itu, di awal proses lelang DED, DPP sudah menginformasikan kepada para peserta lelang mengenai kemungkinan itu.


    Berita Rabu, 01/8/2012 - sumber: Solopos

    Berita Lainnya:
  • Batal Digelar di Solo, Dana SIEM Didrop
  • SOLO TECHNO PARK: Program Pelatihan Teknisi Pesawat Terbang di STP Digelontor Rp 2,7 M
  • REHAB MASJID AL WUSTHO Dapat Rp250 Juta
  • Komisi I DPRD Sidak Pembangunan Kantor Kelurahan
  • UPAL: Kelurahan Waspadai Pembayaran Raskin dengan Upal
  • Batal Digelar di Solo, Dana SIEM Didrop

    Harian Kota Solo - Batal Digelar di Solo, Dana SIEM Didrop

    SOLO–Dana yang telah disiapkan Pemerintah Kota (Pemkot) Solo untuk penyelenggaraan Solo International Ethnic Music (SIEM) 2012 di APBD Kota Solo tahun ini akhirnya didrop. Hal tersebut menyusul batal digelarnya event yang diadakan setiap dua tahun sekali itu, tahun ini.

    “Melalui pembahasan KUPA-PPAS [kebijakan umum perubahan anggaran dan prioritas anggaran sementara] APBD Perubahan (APBD-P) 2012, Banggar [Badan Anggaran] dan TAPD [Tim Anggaran Pemerintah Daerah] telah sepakat bahwa dana SIEM senilai Rp150 juta didrop dan dialihkan untuk kegiatan lainnya,” ungkap Wakil Ketua Banggar DPRD Kota Solo, Supriyanto, kepada wartawan, Rabu (1/8/2012).

    Gagalnya penyelenggaraan SIEM tahun ini, ditegaskan Supriyanto, menjadi catatan dan evaluasi dari DPRD terhadap Pemkot. Menurutnya, SIEM yang tak terealisasi menandakan Pemkot gagal memegang komitmen stakeholder event tersebut.

    “Tahun ini anggaran tersebut tidak perlu dialokasikan lagi, mengingat waktu pelaksanaan kegiatan sudah tidak seusai jadwal,” imbuh dia.

    Hal senada disampaikan anggota Banggar DPRD Kota Solo, Teguh Prakosa. Teguh yang juga menjabat sebagai ketua Komisi IV DPRD itu menyayangkan gagalnya penyelenggaraan SIEM 2012. menurutnya, hal itu menunjukkan ketidakkonsitenan Pemkot yang telah menyusun serangkaian event dalam Kalender Event 2012.

    “Apalagi event tersebut sudah masuk dalam Kalender Event 2012, artinya semestinya sudah direncanakan dengan matang,” kata Teguh.


    Berita Rabu, 01/8/2012 - sumber: Solopos

    Berita Lainnya:
  • SOLO TECHNO PARK: Program Pelatihan Teknisi Pesawat Terbang di STP Digelontor Rp 2,7 M
  • REHAB MASJID AL WUSTHO Dapat Rp250 Juta
  • Komisi I DPRD Sidak Pembangunan Kantor Kelurahan
  • UPAL: Kelurahan Waspadai Pembayaran Raskin dengan Upal
  • MTI Desak Pemerintah Subsidi Prameks