ANTISIPASI PENUMPUKAN: DKP Siap Angkut Sampah Lebaran

Harian Kota Solo - ANTISIPASI PENUMPUKAN: DKP Siap Angkut Sampah Lebaran

SOLO- Produksi sampah wong Solo, menjelang Lebaran mulai menunjukkan peningkatan beberapa hari terakhir. Hal itu diakui Kabid Persampahan Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Solo, Sudiyatono, saat ditemui Solopos.com di ruang kerjanya, Senin (6/8/2012).

Berdasar data tahunan, peningkatan produksi sampah saat Lebaran di kisaran 20 persen hingga 30 persen dari hari biasa. Produksi sampah Kota Solo pada hari biasa sekitar 350 ton/hari. “Biasanya peningkatan volume sampah mulai terlihat H-7 Lebaran. Tapi sekarang pun sudah tampak peningkatan,” katanya.

Untuk mencegah terjadinya penumpukan sampah di tempat penampungan sampah (TPS), menurut Sudiyatno, petugas kebersihan telah diperintahkan untuk menambah agenda kunjung ulang TPS. Bila pada hari biasa intensitas kunjung ulang hanya tiga kali/hari, saat ini bisa mencapai empat kali/hari. Tujuannya supaya sampah tidak ngendon lama di TPS.

Saat ini ada 23 armada pengangkut sampah yang rutin menyambangi TPS di Kota Bengawan. Lebih lanjut Sudiyatno mengungkapkan pihaknya sudah membentuk Tim Emergency Hari Raya Lebaran. Tim yang akan beroperasi menggunakan 10 armada pengangkut sampah itu bertanggung jawab terhadap atas kebersihan kota pada waktu Lebaran. “Tim ini nantinya beroperasi penuh selama dua hari Lebaran,” imbuhnya.

Selain Tim Emergency ada juga Tim Pengawas Emergency yang akan bergerak mulai malam takbiran. Salah satu alasan pembentukan tim itu untuk mengantisipasi supaya tidak terjadi lagi penumpukan sampah beberapa hari setelah Lebaran. Sekitar lima tahun lalu, menurut Sudiyatno, pernah terjadi penumpukan akut sampah pascalebaran. “Dulu sampah alat berat dikerahkan untuk mengatasi sampah yang menggunung,” urai dia.

Sementara salah seorang warga Pucangsawit, Jebres, Cahyono, mengeluhkan kondisi sebagian besar TPS di Solo yang kumuh. Padahal TPS-TPS itu berada di tempat yang mudah dilihat seperti pinggir jalan. Dia mencontohkan TPS di Jl Ir Juanda Pucangsawit yang selalu bau busuk dan sebagian sampahnya meluber ke badan jalan. Sebagian lagi sampah juga jatuh ke kali di dekat TPS.

“Jangan sampai kemeriahan Lebaran terganggu dengan tumpukan sampah,” pesannya.


Berita Selasa, 07/8/2012 - sumber: Solopos

Berita Lainnya:
  • THR: Dinsosnakertrans Yakin Pembayaran THR oleh Perusahaan Berjalan Lancar
  • KEBAKARAN GUDANG BAN: Warga Minta Ganti Rugi ke Pemilik Gudang
  • PEMASANGAN CCTV Baru Ditarget Selesai H-7 Lebaran
  • RUSUNAWA KERKOP Diuji Coba Pascalebaran
  • RAILBUS: “Tiketnya Mau Tak Laminating”
  • THR: Dinsosnakertrans Yakin Pembayaran THR oleh Perusahaan Berjalan Lancar

    Harian Kota Solo - THR: Dinsosnakertrans Yakin Pembayaran THR oleh Perusahaan Berjalan Lancar

    SOLO- Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Solo mulai memantau perusahaan-perusahaan terkait ketertiban pembayaran tunjangan hari raya (THR).

    “Sesuai instruksi dari Gubernur Jateng kami sudah membuka Posko pengaduan pembayaran THR selama satu pekan ini. Berdasarkan pantauan hingga saat ini belum ada pengaduan yang masuk sehubungan dengan penyimpangan pembayaran THR,” papar Kepala Dinsosnakertrans Solo, Singgih Yudoko ketika dijumpai wartawan, Senin (6/8/2012)

    Melihat pengalaman tahun lalu Singgih merasa yakin pada tahun ini pembayaran THR untuk karyawan perusahaan di Kota Bengawan akan berjalan lancar. Pasalnya, Dinsosnakertrans juga tidak menerima pengaduan pembayaran THR pada tahun lalu. Pemutusan hubungan kerja (PHK) yang dilakukan sebelum Lebaran sebagai salah satu modus tidak dibayarkannya THR menurut Singgih juga tidak pernah terjadi.

    “Untuk pemantauan perusahaan menurut catatan kami ada sebanyak 170 perusahaan. Namun rinciannya saya tidak hapal berapa perusahaan yang besar, sedang atau yang kecil. Intinya semua perusahaan itu masuk dalam pengawasan kami.”

    Disinggung mengenai status karyawan outsourcing, Singgih menjawab juga berhak mendapat THR. Pasalnya hal tersebut sudah diatur dalam UU Ketenagakerjaan. “Outsourcing juga dapat. Bukan hanya karyawan yang berstatus karyawan tetap,” ujar Singgih. Begitu pula dengan karyawan yang masih baru atau yang masa kerjanya belum sampai satu tahun, imbuh dia, juga berhak mendapat THR meski nilainya tidak sama dengan karyawan lama.

    Berdasarkan aturan perundangan, Singgih menjelaskan, setiap karyawan berhak mendapat THR dengan nilai setara nilai take home pay yang diterima karyawan perusahaan di setiap bulannya. Sementara untuk karyawan baru nominal THR akan disesuaikan.

    Terkait pembayaran THR, menurut Singgih, setiap perusahaan wajib membayarkannya mulai awal bulan hingga maksimal H-7 Lebaran. Bila tidak segera membayar, Dinsosnakertrans akan membuat catatan dan untuk selanjutnya dilaporkan kepada Pemprov Jateng.


    Berita Senin, 06/8/2012 - sumber: Solopos

    Berita Lainnya:
  • KEBAKARAN GUDANG BAN: Warga Minta Ganti Rugi ke Pemilik Gudang
  • PEMASANGAN CCTV Baru Ditarget Selesai H-7 Lebaran
  • RUSUNAWA KERKOP Diuji Coba Pascalebaran
  • RAILBUS: “Tiketnya Mau Tak Laminating”
  • Mensos Resmikan Rumah Bersalin Gratis Solopeduli
  • KEBAKARAN GUDANG BAN: Warga Minta Ganti Rugi ke Pemilik Gudang

    Harian Kota Solo - KEBAKARAN GUDANG BAN: Warga Minta Ganti Rugi ke Pemilik Gudang

    SOLO-Sudah jatuh tertimpa tangga pula. Peribahasa tersebut pas ditujukan kepada Heri Santoso, pemilik pabrik daur ulang ban bekas yang beralamat di Jl Kol Sugiyono RT 003/RW 008 Kadipiro, Banjarsari, yang kobong, Minggu (5/8) malam.

    Betapa tidak, Heri mengalami kerugian Rp 100 juta setelah gudang sekaligus pabrik daur ulang ban bekas seluas 1.000 meter persegi yang baru dirintisnya ludes dilahap si jago merah. Kini Heri dan keluarga sudah harus siap-siap menghadapi tuntutan ganti rugi para tetangganya yang ikut menjadi korban kebakaran.

    Informasi yang dihimpun Solopos.com, di lokasi kebakaran Senin (6/8/2012), api yang membakar pabrik milik Heri sempat menjalar ke sebagian rumah warga. Utamanya rumah-rumah warga di sisi utara pabrik. Sebab tidak ada jarak antara pagar pabrik dengan permukiman warga. Bangunan rumah warga berimpitan jadi satu dengan tembok pabrik setinggi dua meter.

    Tuntutan ganti rugi di antaranya akan dilayangkan oleh keluarga Ari Widiastuti, 31, pemilik rumah berlantai II di utara pabrik. Kebakaran pabrik ban bekas juga menghanguskan atap dua ruangan di lantai II rumah. Sebagian atap teras dan ruangan yang berdekatan dengan pabrik ikut terbakar. Hingga Senin siang asap kecokelatan masih mengepul dari arah pabrik memenuhi bangunan rumah warga.

    “Saya tinggal di sini bersama suami, ibu dan anak. Saat kejadian kami sangat panik, beruntung masih bisa menyelamatkan diri. Surat-surat berharga juga kami bawa keluar rumah. Kerugian kami sekitar Rp55 juta, akan kami mintakan ganti rugi kepada pemilik pabrik,” ungkap Ari diamini kerabatnya.

    Ironisnya, Ari menuturkan, sehari sebelum musibah kebakaran warga RT 003/RW 008 Kadipiro dalam rapat warga bersepakat akan mendatangi pemilik pabrik. Tujuannya meminta kejelasan status pabrik sekaligus menyampaikan unek-unek. Selama ini warga merasa terusik kenyamanan dan ketenangannya oleh operasional pabrik.

    “Saat pabrik beroperasi baunya sangat tidak enak dan bising. Apalagi pabrik belum ada izin operasi, kami tidak pernah tanda tangan,” tegas dia.

    Terpisah, Ketua RT 003/RW 008 Kadipiro, Sukardi, mengakui ada beberapa rumah warga yang berdempetan dengan pagar pabrik sisi utara. Sedangkan untuk sisi timur dan selatan bangunan pabrik terpisah jalan kampung dari permukiman penduduk.


    Berita Senin, 06/8/2012 - sumber: Solopos

    Berita Lainnya:
  • PEMASANGAN CCTV Baru Ditarget Selesai H-7 Lebaran
  • RUSUNAWA KERKOP Diuji Coba Pascalebaran
  • RAILBUS: “Tiketnya Mau Tak Laminating”
  • Mensos Resmikan Rumah Bersalin Gratis Solopeduli
  • DHARMA WANITA UP3AD Bagikan Bingkisan Ramadan
  • PEMASANGAN CCTV Baru Ditarget Selesai H-7 Lebaran

    Harian Kota Solo - PEMASANGAN CCTV Baru Ditarget Selesai H-7 Lebaran

    SOLO–Pemasangan kamera circuit closed television (CCTV) baru di sekitar 17 titik di Kota Solo, ditarget selesai H-7 Lebaran. Kamera CCTV baru di 17 titik tersebut akan mendukung pemantauan lalu lintas oleh Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) arus mudik-arus balik selama Lebaran 2012.

    Informasi yang dihimpun Solopos.com, Senin (6/8/2012), dari 17 titik pemasangan kamera CCTV baru itu, di antaranya 4-5 unit di Jl Slamet Riyadi Solo untuk melengkapi CCTV yang sudah ada sebelumnya, kemudian di ringroad Mojosongo, Jebres dan sebagian tersebar di wilayah dalam kota.

    Kepala Dishubkominfo Kota Solo, Yosca Herman Sudrajad mengemukakan jumlah kamera CCTV yang dioperasikan dinas tersebut untuk memantau arus lalu lintas ada 49 kamera CCTV di 32 persimpangan.

    “Ada 22 kamera fixes yang dipasang di tujuh persimpangan. Selain itu, 27 kamera dom yang siap beroperasi di 27 persimpangan. Khusus untuk kamera dom dilengkapi Intelligent Transportation System (ITS). Untuk pemasangan baru saat ini, kami targetkan selesai H-7 Lebaran,” ujar Yosca kepada wartawan, Senin (6/8).

    Selain itu, untuk memudahkan akses informasi para pengguna jalan, di Central Control Room (CC Room) juga direncanakan dilengkapi dengan studio mini.

    Dijelaskan Kepala Seksi (Kasi) Manajemen Rekayasa Lalu Lintas Dishubkominfo Kota Solo, M Usman, pembuatan studio mini tersebut agar memudahkan koordinasi dengan media yang menyiarkan langsung laporan lalu lintas atau traffic report kepada masyarakat.

    “Kami sedang menyiapkan studio mini di CC Room untuk memantau langsung kondisi lalu lintas utamanya selama arus mudik dan arus balik. Ini memudahkan media untuk me-relay langsung pantauan kamera CCTV yang telah dipasang di puluhan titik tersebut,” terang Usman saat ditemui ruang kerjanya.

    Pihaknya berharap, keberadaan studio mini dan peranan media massa dalam menyampaikan pantauan arus lalu lintas melalui CCTV, akan memudahkan para pengguna jalan mendapatkan informasi tentang kondisi arus lalu lintas.

    Semakin banyak media radio maupun televisi yang memanfaatkan untuk membuat laporan lalu lintas secara berkala dan bisa terpantau langsung oleh pengguna jalan, menurutnya akan lebih optimal dalam meminimalisasi kemacetan. ”Sebab dari situ para pengguna jalan akan bisa mendapatkan informasi di mana yang terjadi kepadatan kendaraan atau bahkan kemacetan, sehingga mereka bisa segera memilih jalur alternatif dan tidak sampai terjebak macet,” tandasnya.


    Berita Senin, 06/8/2012 - sumber: Solopos

    Berita Lainnya:
  • RUSUNAWA KERKOP Diuji Coba Pascalebaran
  • RAILBUS: “Tiketnya Mau Tak Laminating”
  • Mensos Resmikan Rumah Bersalin Gratis Solopeduli
  • DHARMA WANITA UP3AD Bagikan Bingkisan Ramadan
  • PKL Onderdil Bekas Jl Tentara Pelajar Pindah
  • RUSUNAWA KERKOP Diuji Coba Pascalebaran

    Harian Kota Solo - RUSUNAWA KERKOP Diuji Coba Pascalebaran

    SOLO-Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Solo berencana melakukan uji coba pengoperasian rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) Kerkop usai Lebaran 2012.

    Penegasan itu disampaikan Kepala DPU Solo, Agus Djoko Witiarso, saat dihubungi Solopos.com, Minggu (5/8/2012). Dia menjelaskan uji coba akan dilakukan selama dua hari. Tujuan uji coba untuk mengetahui apakah instalasi listrik dan air sudah berfungsi baik atau belum. “Bila semua berfungsi baik segera kami proses untuk pemanfaatanya,” kata dia.

    Mengenai kerusakan fisik Rusunawa Kerkop lantaran dua tahun mangkrak, menurut Agus masih menjadi tanggung jawab PT Hutama Karya (HK) selaku pelaksana proyek. Sebelum diserahkan kepada Pemkot Solo, Rusunawa Kerkop harus dalam kondisi baik.

    Dia mengklaim jumlah peminat Rusunawa Kerkop masih sangat banyak. Tapi hanya sebagian saja yang bisa diproses mengingat keterbatasan kapasitas tampung Rusunawa. DPU bertekat terus mengembangkan Rusunawa sebagai solusi persoalan permukiman kumuh di Kota Bengawan. Selain layak huni, biaya sewa Rusunawa yang relatif terjangkau bisa menjadi alternatif tempat tinggal bagi keluarga yang belum punya rumah.

    Meski demikian tidak semua warga berminat tinggal di Rusunawa. Seperti yang terjadi pada Dwi, warga Pucangsawit, Jebres. Dia memilih membeli rumah sederhana di luar Solo dengan cara diangsur. Alasannya Rusunawa tidak bisa memenuhi aspek privasi, kenyamanan dan keamanan.

     


    Berita Minggu, 05/8/2012 - sumber: Solopos

    Berita Lainnya:
  • RAILBUS: “Tiketnya Mau Tak Laminating”
  • Mensos Resmikan Rumah Bersalin Gratis Solopeduli
  • DHARMA WANITA UP3AD Bagikan Bingkisan Ramadan
  • PKL Onderdil Bekas Jl Tentara Pelajar Pindah
  • BP3 PKS SOLO Adakan Survei Internal Kader
  • RAILBUS: “Tiketnya Mau Tak Laminating”

    Harian Kota Solo - RAILBUS: “Tiketnya Mau Tak Laminating”

    Menikmati perjalanan dengan Railbus Batara Kresna bagi Steven Satiyo, 12 merupakan moment istimewa yang telah ditunggu-tunggu. Ia yang merupakan anggota komunitas Rel Fun itu pun sangat gembira ketika berhasil mengantongi tiket dan menyusuri perjalanan Solo, Sukoharjo dan balik lagi ke Solo bersama railbus, Minggu (5/8/2012).

    Tak ingin kenangan bersama Railbus Batara Kresna menguap begitu saja, ia pun akan menyimpan lembaran tiket yang telah diperolehnya. “Tiketnya mau tak laminating,” ucapnya.

    Ingin menambah koleksi tiket perdana Railbus Batara Kresna, Steven yang telah membeli tiket perjalanan Solo-Sukoharjo, Sukoharjo- Solo itu pun berniat kembali membeli tiket untuk perjalanan Solo-Jogja pada hari ini.

    Sebelumnya, Pejabat Humas PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop VI Yogyakarta, Eko Budiyanto, mengungkapkan dalam sehari railbus melayani rute Sukoharjo-Solo-Jogja. Untuk keberangkatan pagi, Eko menuturkan railbus bakal berangkat dari Stasiun Purwosari menuju Stasiun Sukoharjo pukul 06.05 WIB.

    “Sukoharjo-Purwosari 07.45 WIB. Dilanjutkan ke Jogja sampai di sana sekitar pukul 09.58 WIB,” ungkapnya saat dihubungi Solopos.com, Jumat (3/8/2012).

    Sementara itu, untuk jadwal sore kereta bakal berangkat dari Jogja-Purwosari pukul 14.15 WIB. “Sampai Sukoharjo sekitar pukul 16.30 WIB,” tambahnya.

     


    Berita Minggu, 05/8/2012 - sumber: Solopos

    Berita Lainnya:
  • Mensos Resmikan Rumah Bersalin Gratis Solopeduli
  • DHARMA WANITA UP3AD Bagikan Bingkisan Ramadan
  • PKL Onderdil Bekas Jl Tentara Pelajar Pindah
  • BP3 PKS SOLO Adakan Survei Internal Kader
  • DPD PAN Jaring Bacaleg
  • Mensos Resmikan Rumah Bersalin Gratis Solopeduli

    Harian Kota Solo - Mensos Resmikan Rumah Bersalin Gratis Solopeduli

    SOLO – Menteri Sosial (Mensos) RI, Dr Salim Segaf Al-Jufri meresmikan Rumah Bersalin Gratis (RBG) Yayasan Solo Peduli, Jumat (3/8/2012).
    RBG yang beralamat di Jl Petir RT 001/RW 014 Gendingan, Jebres, terdiri tiga lantai. Lantai I terdiri ruang lobi, apotek, ruang periksa, ruang partus, tujuh ruang rawat inap dan musala.

    Menariknya, setiap ruang dilengkapi kamar mandi dan air conditioner (AC). Untuk lantai II difungsikan sebagai kantor, sedangkan lantai III untuk ruang pertemuan.

    Biaya pengadaan tanah dan pembangunan RBG Solo Peduli sekitar Rp1,9 miliar. Direktur Pelaksana Solo Peduli, Supomo, dalam sambutannya mengatakan standar pelayanan RBG tetap berkualitas kendati gratis.

    Kehadiran RBG diharapkan menjadi solusi persoalan masih tingginya angka kematian ibu melahirkan. Ironisnya sebagian besar di antara mereka berasal dari golongan masyarakat tidak mampu.

    Supomo menjelaskan RBG Solo Peduli telah eksis sejak 12 Desember 2007 lalu. RBG yang mengantongi izin sebagai rumah bersalin nomor 975/0872/PK/VII/2009 beroperasi selama 24 jam dalam sehari dan tujuh hari dalam sepekan.

    Sumber daya manusia (SDM) RBG terdiri satu dokter spesialis kandungan, satu dokter umum, apoteker, fisioterapis, tujuh bidan, serta beberapa relawan medis terlatih.

    Jenis layanan yang diberikan meliputi USG, KB, periksa umum, periksa kesehatan ibu dan anak, manajemen terpadu anak Balita sakit, pemeriksaan kehamilan dan partus, penyuluhan kesehatan dan pembinaan spiritual. Sampai saat ini sudah ada 13.527 pasien yang memanfaatkan layanan di RBG Solo Peduli. “Seluruh biaya pembangunan RBG ini berasal dari masyarakat. Kendati gratis, tapi layanan berkualitas,” tegas Supomo.

    Lebih lanjut dia menyampaikan pihaknya bercita-cita mendorong Solo tidak hanya berkembang sebagai kota budaya. Melainkan juga Solo dikembangkan menjadi kota peduli.

    Sedangkan Mensos RI, Salim Segaf Al-Jufri mengapresiasi positif bertumbuhnya secara signifikan jumlah donatur dan donasi Solo Peduli. Bila pada tahun 1999 jumlah donatur Solo Peduli hanya 773 orang, tahun ini mencapai 36.485 orang.
    Begitu juga bila nilai donasi tahun 1999 hanya Rp7,1 juta, tahun 2011 lalu mencapai Rp5,7 miliar. Salim menyatakan keberadaan yayasan sosial seperti Solo Peduli sangat penting untuk mengurangi persoalan-persoalan sosial. Prinsip kepedulian seperti yang dijalankan Solo Peduli diharapkan bisa dikembangkan dalam berbagai aspek kehidupan.

    Selain meresmikan RBG Solo Peduli, Mensos juga berbuka puasa bersama ratusan anak yatim dan dhuafa Kota Bengawan di dekat TPA Putri Cempo tepatnya di Masjid An-Nuur Mojosongo. Dalam kesempatan itu diluncurkan program baru Solo Peduli yang diberi nama Solo Cinta Yatim. Kurniawan/JIBI/SOLOPOS


    Berita Sabtu, 04/8/2012 - sumber: Solopos

    Berita Lainnya:
  • DHARMA WANITA UP3AD Bagikan Bingkisan Ramadan
  • PKL Onderdil Bekas Jl Tentara Pelajar Pindah
  • BP3 PKS SOLO Adakan Survei Internal Kader
  • DPD PAN Jaring Bacaleg
  • JOKOWI-AHOK WEDANGAN, Warga pun Enggan Beranjak