KIRAB FACP: Ribuan Orang Padati Jl Slamet Riyadi

Harian Kota Solo - KIRAB FACP: Ribuan Orang Padati Jl Slamet Riyadi

SOLO–Ribuan orang memadati Jl Slamet Riyadi menonton kirab budaya peserta delegasi Federation for Asian Cultural Promotion (FACP), Sabtu (8/9/2012). Bahkan, para penonton memenuhi di sekitar panggung utama yang disediakan panitia di depan Plasa Sriwedari.

Pantauan Solopos.com  pukul 16.00 WIB, rombongan peserta delegasi FACP baru melintas di depan panggung utama. Diikuti beberapa peserta dari sanggar seni di Kota Solo dan kelompok kesenian perwakilan dari kelurahan.

Kirab yang mengusung tema wayang itu, petugas gabungan dari Dishubkominfo, Polresta Solo menutup jalan yang menuju lokasi kirab. Meski demikian, masih banyak kendaraan yang melintas di jalur kirab tersebut.

Kegiatan yang merupakan rangkaian konferensi ke-10 FACP itu diikuti 195 peserta delegasi FACP. Direncanakan kirab itu akan diikuti sekitar 1.200 anak dari berbagai sekolah dasar dan sanggar seni. Direncanakan finish kirab di Alun-Alun Utara Keraton Kasunanan.


Berita Sabtu, 08/9/2012 16:33 - sumber: Solopos

Berita Lainnya:
  • Pengguna Penjaminan Kredit Perumahan UN Habitat Masih Minim
  • AIR MINUM: Akibat Musim Kemarau, Biaya Produksi PDAM Membengkak 20%
  • REVITALISASI PASAR KLEWER: Selama 20 Tahun, Pedagang Ditarik Rp6.000/hari
  • REVITALISASI GALABO: Selter Mulai Dibongkar, Pedagang Dipindahkan ke Lokasi Darurat
  • REVITALISASI PASAR KLEWER: Pedagang Diteror, Studi Kelayakan Perlu Dikaji Ulang
  • Pengguna Penjaminan Kredit Perumahan UN Habitat Masih Minim

    Harian Kota Solo - Pengguna Penjaminan Kredit Perumahan UN Habitat Masih Minim
    SOLOâ€"Warga Solo yang mampu mengakses dana penjaminan kredit perumahan yang disediakan lembaga UN Habitat sangat minim.

    Sekretaris Daerah (Sekda) Solo, Budi Suharto menyebutkan dari dana Rp10 miliar yang disediakan UN Habitat untuk Kota Solo sebagai dana penjamin kredit untuk pembiayaan rumah layak huni, baru terserap sekitar Rp40 juta hingga Rp50 juta. “Atau sudah diakses oleh sekitar 12 warga, di wilayah Gandekan,” kata Budi, saat ditemui wartawan, di Kusuma Sahid Prince Hotel (KSPH) Solo, Jumat (7/9/2012).

    Dia menyebut, program penjaminan kredit perumahan yang disediakan oleh lembaga UN Habitat merupakan program khusus antara UN Habitat dengan Kota Solo sejak tahun 2011 lalu. Program tersebut, diperuntukkan bagi warga miskin di Solo, agar bisa mendapatkan fasilitas pembiayaan perumahan, kemudian pinjamannya dijamin oleh UN Habitat. Tapi, sayangnya, aturan dari UN Habitat itu sangat ketat. Ada selisih sedikit dari aturan yang ditetapkan oleh UN Habitat, maka akan gagal mendapatkan fasilitas penjaminan kredit. “Sampai dengan tahun 2014 nanti, program ini akan ditinjau ulang lagi.”

    Budi mengatakan, banyak sekali warga Solo yang sudah mengajukan permintaan fasilitas jaminan dari UN Habitat tersebut. “Tapi karena aturannya sangat ketat, masyarakat tetap kesulitan mendapatkan jaminan pembiayaan dari UN Habitat.”

    Budi melanjutkan, yang dibutuhkan masyarakat kurang mampu saat ini adalah lembaga-lembaga penjaminan kredit, baik untuk kebutuhan dasar hingga lembaga penjamin kredit untuk kegiatan usaha dan industri kecil. Syaratnya pun harapannya bisa lebih longgar, agar masyarakat bisa lebih mudah mengakses kredit.

    “Kalau ketersediaan dana untuk pinjaman, pasti semua bank itu punya uang banyak untuk dipinjamkan. Tapi, masyarakat sering tidak bisa mengakses pinjaman karena tidak punya jaminan. Nah, disinilah fungsi lembaga penjamin kredit itu sangat dibutuhkan.” Lembaga penjamin kredit yang saat ini ada, kata dia, juga belum banyak dimanfaatkan oleh masyarakat, terutama untuk memenuhi kebutuhan papan, termasuk untuk mengembangkan sektor industri dan perdagangan.


    Berita Jumat, 07/9/2012 15:35 - sumber: Solopos

    Berita Lainnya:
  • AIR MINUM: Akibat Musim Kemarau, Biaya Produksi PDAM Membengkak 20%
  • REVITALISASI PASAR KLEWER: Selama 20 Tahun, Pedagang Ditarik Rp6.000/hari
  • REVITALISASI GALABO: Selter Mulai Dibongkar, Pedagang Dipindahkan ke Lokasi Darurat
  • REVITALISASI PASAR KLEWER: Pedagang Diteror, Studi Kelayakan Perlu Dikaji Ulang
  • Optimalkan Pemasaran, Sentral Tanaman Hias Solo Akan Bangun Greenhouse
  • AIR MINUM: Akibat Musim Kemarau, Biaya Produksi PDAM Membengkak 20%

    Harian Kota Solo - AIR MINUM: Akibat Musim Kemarau, Biaya Produksi PDAM Membengkak 20%

    SOLO-â€"Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Solo harus menanggung naiknya ongkos produksi lantaran menurunnya kualitas air Sungai Bengawan Solo. Kondisi tersebut lantaran kemarau berkepanjangan di Kota Bengawan.

    Hal tersebut diungkapkan Direktur Utama PDAM Solo, Singgih Tri Wibowo, saat ditemui di Balaikota, Kamis (6/9/2012). Kepada wartawan, Singgih mengatakan selama musim kemarau ongkos pengolahan air minum dengan sumber dari Bengawan Solo meningkat 20% dibandingkan musim penghujan.

    ”Konsekuensinya biaya pengolahan jadi lebih mahal,” ujar Singgih.

    Menurutnya, peningkatan biaya produksi tersebut berimbas dari naiknya pembelian bahan kimia, biaya listrik dan biaya mencuci instalasi. Semua komponen tersebut, imbuhnya, membuat PDAM harus merogoh kocek lebih dalam. ”Ya semuanya jadi lebih mahal,” tuturnya.

    Singgih memerkirakan air dari Sungai Bengawan Solo menyuplai sekitar 15% kebutuhan air bersih di Kota Solo. Sementara instalasi pengolahan air memiliki kapasitas sebesar 100 liter per detik. Selebihnya, imbuh dia, penyediaan air bersih berasal dari mata air Cokrotulung Klaten dengan kapasitasi 387 liter per detik dan 26 sumur dalam berkapasitas total 350,10 liter per detik.

    ”Meski hanya 15% tapi itu disebar ke seluruh wilayah Solo secara random. Saat ini interkoneksi antar sumber mata air juga sudah berjalan,” terang dia.

    Singgih menambahkan upaya pengelolaan air Bengawan Solo diharapkan bisa membantu mendongkrak ketersediaan air bersih di Kota Bengawan. Pihaknya memandang keberadaan air sungai itu cukup vital untuk menjaga kecukupan volume air bersih saat kemarau tiba.

    “Meski bikin ongkos naik, keberadaan Bengawan Solo tetap penting bagi kami. Masyarakat Solo juga diuntungkan.”

    Setiap tahun, pihaknya mengaku sudah mengalokasikan dana khusus untuk menghadapi musim panas. Hal tersebut, imbuhnya, penting untuk mengantisipasi lonjakan biaya operasional.

    ”Kami sudah menduga setiap kemarau selalu terjadi seperti ini. Makanya kami sediakan anggaran sejak awal,” pungkasnya.


    Berita Kamis, 06/9/2012 17:20 - sumber: Solopos

    Berita Lainnya:
  • REVITALISASI PASAR KLEWER: Selama 20 Tahun, Pedagang Ditarik Rp6.000/hari
  • REVITALISASI GALABO: Selter Mulai Dibongkar, Pedagang Dipindahkan ke Lokasi Darurat
  • REVITALISASI PASAR KLEWER: Pedagang Diteror, Studi Kelayakan Perlu Dikaji Ulang
  • Optimalkan Pemasaran, Sentral Tanaman Hias Solo Akan Bangun Greenhouse
  • Di Balekambang Para Lansia Mengulangi Kenangan Masa Kecil
  • REVITALISASI PASAR KLEWER: Selama 20 Tahun, Pedagang Ditarik Rp6.000/hari

    Harian Kota Solo - REVITALISASI PASAR KLEWER: Selama 20 Tahun, Pedagang Ditarik Rp6.000/hari

    SOLOâ€"Pemkot Solo berencana menarik iuran sebesar Rp6.000/hari setiap pedagang di Pasar Klewer selama 20 tahun. Penarikan iuran tersebut karena proyek revitaliasi Pasar Klewer membutuhkan dana Rp285 miliar. Sebanyak Rp100 miliar di antaranya Pemkot akan meminta ke Kementerian Perdagangan.

    ”Uang sebanyak itu untuk menutup pengeluaran revitalisasi Klewer yang mencapai Rp285 miliar,” ujarnya kepada wartawan seusai apel damai di Lapangan Kota Barat, Rabu (5/9/2012).

    Menurutnya, langkah itu dilakukan agar tak semakin memberatkan beban pedagang. Pasalnya, Pemkot berencana menarik iuran sebesar Rp6.000 per hari dari seluruh pedagang pasar seusai revitalisasi rampung. Uang sebesar itu, imbuh Rudy, akan ditarik selama 20 tahun. ”Ini sudah dikaji pihak konsultan. Jika pedagang diminta iuran Rp6.000 per hari selama 20 tahun, kekurangan anggaran revitalisasi tinggal berkisar Rp100 miliar. Kekurangan itulah yang sedang kami carikan solusi,” tutur lelaki berkumis ini.

    Rudy mengungkapkan, sempat terlontar opsi menarik iuran pedagang sebesar Rp15.000 per hari. Namun hal itu buru-buru ditolaknya lantaran tak ingin beban pedagang semakin berat. ”Kalau pakai opsi itu, Pemkot akan mendapat untung. Namun itu tak kami lakukan. Kami sepakat memberlakukan iuran Rp 6.000 sehingga tidak begitu memberatkan pedagang.”

    Ke depan, Pemkot berencana mengembangkan pasar kebanggaan wong Solo ini menjadi pusat grosir tekstil regional Jawa Tengah.


    Berita Kamis, 06/9/2012 01:00 - sumber: Solopos

    Berita Lainnya:
  • REVITALISASI GALABO: Selter Mulai Dibongkar, Pedagang Dipindahkan ke Lokasi Darurat
  • REVITALISASI PASAR KLEWER: Pedagang Diteror, Studi Kelayakan Perlu Dikaji Ulang
  • Optimalkan Pemasaran, Sentral Tanaman Hias Solo Akan Bangun Greenhouse
  • Di Balekambang Para Lansia Mengulangi Kenangan Masa Kecil
  • AKSI TERORISME SOLO: Pemkot Rencanakan Gelar Apel Solo Damai
  • REVITALISASI GALABO: Selter Mulai Dibongkar, Pedagang Dipindahkan ke Lokasi Darurat

    Harian Kota Solo - REVITALISASI GALABO: Selter Mulai Dibongkar, Pedagang Dipindahkan ke Lokasi Darurat
    SOLO – Selter para pedagang di kawasan kuliner Gladag Langen Bogan (Galabo), di Jl Mayor Sunaryo sudah mulai dibongkar terkait program revitalisasi kawasan tersebut. Sebagai gantinya, Pemkot menyediakan tempat darurat di parkir bus pariwisata atau di belakang selter sisi barat.

    “Lokasi ini mau diperbaiki. Itulah sebabnya saya harus pindah dalam waktu dekat ini,” jelas salah seorang pedagang, Mulyono, saat ditanya Solopos.com, Rabu (5/9/2012). Mulyono mengatakan pemindahan gerobak dagangannya akan dilakukan setelah lokasi darurat yang sedang dibangun siap untuk ditempati. Namun dia sendiri belum tahu persis pembagian penempatan selter darurat tersebut. “Informasinya hanya ditempatkan di lokasi parkir bus. Nanti PKL bergabung dalam satu tempat,” jelasnya.

    Ketua Paguyuban PKL Beteng Utara, Habib Mas’ud, menjelaskan pembongkaran selter dalam rangka revitalisasi kawasan kuliner. Berkenaan dengan sosialisasi pembongkaran, pihaknya mengakui telah dilakukan jauh hari sebelumnya. “Karena revitalisasi merupakan program Pemkot Solo, kami siap mendukung. Awalnya pedagang khawatir tidak bisa berjualan lagi, namun dalam rapat dijelaskan akan ada tempat darurat untuk berjualan. Jadi selama proses revitalisasi ini, tidak mengganggu aktivitas pedagang,” jelas Habib kepada wartawan di lokasi selter.

    Proses revitalisasi tersebut, lanjut Habib, bertujuan untuk membuat salah satu kawasan kuliner di Kota Solo menjadi tertib dan nyaman. Sebab, selama ini banyak orang mengeluhkan tentang kondisi PKL yang terlihat kumuh dan kotor. “Lokasi ini menjadi pelopor bagi kawasan kuliner di tempat lain. Masak tempatnya tidak tertib dan kotor,” ujarnya.

    Habib merencanakan membuat seragam khusus bagi pelayan atau karyawan yang dipakai saat bekerja. Rencana itu dicetuskan agar masyarakat atau pembeli merasa terkesan saat berkunjung di kawasan kuliner tersebut. “Kawasan ini memang terbagi dua. Jika malam hari dikenal dengan sebutan kawasan kuliner Galabo, apabila siang hari disebut PKL Beteng Utara. Namun itu semua tidak masalah, yang terpenting pedagang saling menjaga ketertiban dan kebersihan,” jelasnya.

    Dalam kesempatan itu, Kepala UPTD Kawasan Kuliner Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Solo, Agus Sisworiyanto, menjelaskan revitalisasi kawasan kuliner sepanjang 300 meter di Jl Mayor Sunarso menelan dana sekitar Rp5 miliar. “Konsep selter yakni menggunakan kanopi sliding. Apabila hujan bisa ditutup sampai batas rel kereta, jika tidak hujan akan dibuka sampai batas paving dengan aspal,” jelasnya.


    Berita Rabu, 05/9/2012 16:36 - sumber: Solopos

    Berita Lainnya:
  • REVITALISASI PASAR KLEWER: Pedagang Diteror, Studi Kelayakan Perlu Dikaji Ulang
  • Optimalkan Pemasaran, Sentral Tanaman Hias Solo Akan Bangun Greenhouse
  • Di Balekambang Para Lansia Mengulangi Kenangan Masa Kecil
  • AKSI TERORISME SOLO: Pemkot Rencanakan Gelar Apel Solo Damai
  • Pedagang Klithikan Sampaikan Dukungan Jokowi DKI I
  • REVITALISASI PASAR KLEWER: Pedagang Diteror, Studi Kelayakan Perlu Dikaji Ulang

    Harian Kota Solo - REVITALISASI PASAR KLEWER: Pedagang Diteror, Studi Kelayakan Perlu Dikaji Ulang

    SOLO–Pedagang Pasar Klewer yang tergabung dalam Himpunan Pedagang Pasar Klewer (HPPK) merasa dicederai selama proses sosialisasi studi kelayakan atau feasilibity study (FS). Penyebabnya tidak lain yakni adanya ancaman teror melalui pesan pendek atau SMS secara bertubi-tubi dalam beberapa hari lalu.

    “Kami dari awal mendukung apapun keputusan dari Pemerintah Kota (Pemkot) Solo. Namun ditengah jalan, kok jadi seperti ini. Masih ada orang yang tidak fair, kami diteror,” jelas Pejabat Humas, Kusbani, saat ditemui solopos.com, di Pasar Klewer, Selasa (4/9/2012).

    Kusbani menjelaskan tim studi kelayakan berjanji memberikan kenyamanan kepada para pedagang. Namun kenyataannya, sambung dia, masih ada kelompok atau orang tertentu yang bermaksud memerkeruh dan memanfaatkan kondisi ini.

    “Saya tidak mau menuduh darimana atau siapa orangnya, nanti malah keliru. Dengan adanya ancaman teror ini, berarti keinginan pedagang atau aspirasi pedagang belum terakomodasi semua,” jelas Kusbani.

    Kusbani menginginkan sosialisasi studi kelayakan belum final, perlu dikaji ulang. Ada beberapa hal yang perlu dikawal sebelum keputusan pemugaran pasar.

    “Kajian itu bisa dari pakar atau ahli yang mengerti tentang sejarah bangunan Pasar Klewer. Sebab, disini terdapat pula titik-titik bangunan berkategori benda cagar budaya. Nah, hal itu yang perlu diperhatikan. Jangan sampai asal bongkar saja,” papar Kusbani.

    Dalam proses kajian tersebut, pihaknya juga tidak mau melakukan intervensi apapun.

    “Kami sudah setuju namun dalam praktiknya selalu ditinggalkan. Sebenarnya ada apa,” terangnya.

    Sementara Ketua Kelompok 8 Paguyuban Pedagang Pelataran Pasar Klewer (P4K), Fatimah, mengaku akan menunggu proses hasil keputusan dari studi kelayakan.

    “Itu program pemerintah, jadi kami ikut saja apa yang menjadi keputusan pemerintah. Kalau ada pihak yang tidak setuju, ya silakan. Kami tidak bisa mengambil sikap, itu semua tergantung pemerintah,” papar kepada solopos.com, Selasa.


    Berita Selasa, 04/9/2012 16:36 - sumber: Solopos

    Berita Lainnya:
  • Optimalkan Pemasaran, Sentral Tanaman Hias Solo Akan Bangun Greenhouse
  • Di Balekambang Para Lansia Mengulangi Kenangan Masa Kecil
  • AKSI TERORISME SOLO: Pemkot Rencanakan Gelar Apel Solo Damai
  • Pedagang Klithikan Sampaikan Dukungan Jokowi DKI I
  • Baru Dua Parpol Serahkan Berkas ke KPU Solo
  • Optimalkan Pemasaran, Sentral Tanaman Hias Solo Akan Bangun Greenhouse

    Harian Kota Solo - Optimalkan Pemasaran, Sentral Tanaman Hias Solo Akan Bangun Greenhouse
    SOLO – Sub Terminal Agrobisnis Sentra Tanaman Hias (STA) Solo akan membangun tempat budidaya khusus bagi tanaman hias (greenhouse) di pasar tanaman hias Pucangsawit, Pucangsawit, Jebres sekitar akhir September mendatang.

    Ketua STA, Sularto, 56, mengharapkan, pembangunan greenhouse tersebut nantinya dapat mengatasi masalah pemasaran dan transportasi yang selama ini dirasakan pedagang tanaman hias di Solo. “Pembangunan ini adalah tindak lanjut dari proposal yang kami ajukan pada Dinas Pertanian Solo. Untuk mematangkan persiapan, pada 20 September mendatang para pedagang pasar tanaman hias Pucangsawit akan melakukan studi banding ke Sukabumi Jawa Barat,” katanya.

    Menurutnya, studi banding tersebut nantinya akan digunakan untuk menentukan tanaman hias apa yang diunggulkan STA Solo sebagai komoditas utama. “Hingga saat ini kami belum memiliki satu jenis tanaman hias unggulan, berbeda dengan STA di Sukabumi yang punya Pucuk Merah (Oleina Syzygium) sebagai tanaman unggulan mereka,” terangnya.

    Menanggapi hal tersebut, salah satu pedagang tanaman hias di pasar tanaman hias Pucangsawit, Jumadi, 55, mengatakan, saat ini ia bersama rekan-rekannya masih terus mencari tanaman hias pengganti tanaman Gelombang Cinta (Anthurium Plowmanii) yang sebelumnya merupakan tanaman unggulan STA Solo.


    Berita Senin, 03/9/2012 10:31 - sumber: Solopos

    Berita Lainnya:
  • Di Balekambang Para Lansia Mengulangi Kenangan Masa Kecil
  • AKSI TERORISME SOLO: Pemkot Rencanakan Gelar Apel Solo Damai
  • Pedagang Klithikan Sampaikan Dukungan Jokowi DKI I
  • Baru Dua Parpol Serahkan Berkas ke KPU Solo
  • KONFLIK SYIAH: Di Solo, Tak Ada Masalah Hubungan Syiah dan Umat Lain