SOLO--Sejumlah petugas penarik gerobak sampah di Kelurahan Kadipiro, Banjarsari menagih rapelan honor selama empat bulan terhitung Januari hingga April 2012.
Desakan itu muncul lantaran kebutuhan mereka meningkat menjelang Lebaran. Alasan kedua, beberapa kali rumor mengenai pencairan rapelan honor sampah tidak pernah terbukti sehingga membuat para petugas penarik gerobak sampah merasa kecewa.
Salah seorang petugas sampah di Kadipiro, Warsidi mengatakan kali ini muncul rumor baru bahwa Senin (13/8/2012) rapelan honor sampah akan cair. âKatanya sih cairnya itu hitung-hitung untuk tunjangan hari raya (THR) Lebaran,â ujarnya, Kamis (10/8/2012).
Santernya rumor tersebut, diakui Warsidi, membuat dirinya sangat berharap. Namun mendapat pelajaran dari pengalaman-pengalaman sebelumnya, Warsidi pasrah apabila rumor tersebut untuk kesekian kalinya tidak terbukti lagi.
âSebenarnya kami berharap isu-isu yang sekarang berkembang benar-benar terjadi. Sebab yang namanya petugas sampah, rapelan Rp600.000 untuk empat bulan benar-benar berarti. Bisa untuk meringankan biaya Bakdan. Janganlah yang rapelan ini ditunda-tunda lagi seperti yang sebelumnya,â tandas dia.
Warsidi menambahkan, meski rumor pencairan rapelan santer dari pihak kelurahan justru terlihat adem ayem. Seharusnya apabila memang sudah ada kejelasan pencairan rapelan, setidaknya kelurahan akan memberi tahu. âIni yang kami khawatirkan. Kok kelurahan sepertinya tenang-tenang saja. Mosok ya tidak tahu. Semuanya ini membuat kami hanya bisa menduga-duga,â terang Warsidi.
Petugas sampah lainnya, Sutrisno mengungkapkan hal senada. Menurutnya, hingga saat ini belum ada kejelasan mengenai pencairan rapelan honor petugas sampah. âSampai sekarang belum ada kejelasan. Tapi isunya memang Senin cair,â ujarnya.
Berita Jumat, 10/8/2012 - sumber: Solopos
Berita Lainnya: