Pedagang Klithikan Sampaikan Dukungan Jokowi DKI I

Harian Kota Solo - Pedagang Klithikan Sampaikan Dukungan Jokowi DKI I

SOLO–Dukungan kepada Walikota Solo, Joko Widodo (Jokowi), yang berpasangan dengan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), guna memenangkan putaran kedua dalam Pilkada DKI terus mengalir. Sejumlah pedagang Pasar Klithikan Notoharjo, Semanggi, Pasar Kliwon menyampaikan pesan dukungan melalui goresan tinta di
kertas bekas.

Beragam tulisan dukungan disampaikan pedagang yang berjualan di pasar tersebut. Aksi itu dilakukan Jumat (31/8/2012) pagi di depan salah satu kios aksesoris sepeda motor di pasar tersebut. Beberapa tulisan tersebut di antaranya Bolo Roda Klithikan Dukung Jokowi, Pedagang Klithikan Dukung Jokowi DKI I serta Pasar Tradisional Dukung Jokowi DKI I.

Salah satu pedagang, Bibit, menuturkan dirinya berharap Jokowi bisa menjadi Gubernur DKI pada masa pemerintahan mendatang. Diterangkannya, Jokowi merupakan sosok yang paling tepat menjadi pemimpin Jakarta.
“Indonesia membutuhkan sosok pemimpin yang lebih baik, dan Pak Jokowi saya rasa bisa melakukannya. Saya yakin Pak Jokowi bisa memimpin DKI,” tuturnya seusai aksi tersebut.

Lebih jauh, Bibit menyampaikan tidak hanya memimpin DKI, Jokowi juga merupakan sosok yang bisa memimpin Indonesia. “Saya juga berharap seperti itu, beliau bisa memimpin Indonesia,” terang.

Bibit menyampaikan saat Lebaran lalu, banyak perantau dari Jakarta yang mendatangi pasar klithikan tersebut. Mereka pun menyampaikan harapan agar Jokowi bisa memimpin DKI.

Hal senada juga diungkapkan pedagang lainnya, Marwan. Pria yang juga menjadi bendahara umum himpunan pedagang Pasar Klithikan Notoharjo (HP2KN) tersebut menuturkan puas dengan kepemimpinan Jokowi selama di Kota Solo.
Pedagang klithikan, terangnya, ditata oleh orang yang saat ini masih menjabat sebagai walikota Solo tersebut tanpa terjadi konflik. “Kami senang kepemimpinan Pak Jokowi selama ini. Kepindahan kami dari Banjarsari ke sini tanpa konflik,” katanya.

Marwan menjelaskan secara pribadi dirinya juga merasa sedih jika nantinya ditinggal oleh Jokowi untuk memimpin DKI. “Masa kepemimpinannya belum habis, tetapi kalau menang nanti kami akan ditinggal oleh Pak Jokowi. Tetapi, karena sudah pilihan beliau, kami turut mendukungnya,” terangnya.
Lebih lanjut, Marwan mengatakan saat libur Lebaran lalu, banyak perantau dari Jakarta yang menyampaikan kepadanya untuk mendukung Jokwi saat putaran kedua mendatang.


Berita Jumat, 31/8/2012 16:23 - sumber: Solopos

Berita Lainnya:
  • Baru Dua Parpol Serahkan Berkas ke KPU Solo
  • KONFLIK SYIAH: Di Solo, Tak Ada Masalah Hubungan Syiah dan Umat Lain
  • Tinjau Lapangan, Tim Juri Pusat Nilai Solo Hebat!
  • Anggota Grup Senam PMS Ikuti Halalbihalal
  • Kebutuhan Bus Jurusan Timur Masih Tinggi
  • Baru Dua Parpol Serahkan Berkas ke KPU Solo

    Harian Kota Solo - Baru Dua Parpol Serahkan Berkas ke KPU Solo

    SOLO-Hingga Kamis (30/8/2012), baru dua partai politik (parpol) yang menyerahkan berkas persyaratan parpol sebagai peserta pemilihan umum (pemilu) anggota DPR, DPRD provinsi dan DPRD kabupaten/kota, berupa kartu tanda anggota (KTA) kepada KPU Kota Solo. Dua parpol tersebut adalah Partai Nasional Demokrat (Nasdem) dan Partai Buruh (PB).

    Demikian dikemukakan Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Solo, Didik Wahyudiono saat digelar sosialisasi pendaftaran, verifikasi dan penetapan parpol peserta pemilu anggota DPR, DPRD provinsi dan DPRD kabupaten/kota di Hotel Sahid Jaya Solo, Kamis.

    Sebagai informasi, pendaftaran parpol peserta pemilu anggota DPR, DPRD provinsi dan DPRD kabupaten/kota oleh pengurus parpol pusat pada KPU dibuka mulai 10 Agustus hingga 7 September 2012. Partai Nasdem tercatat sebagai parpol pertama yang menyerahkan berkas persyaratan kepada KPU, termasuk KPU Kota Solo, 10 Agustus lalu.

    Anggota KPU Pusat Divisi Hukum dan Pengawasan, Ida Budhiati menyebutkan syarat parpol peserta pemilu adalah parpol peserta pemilu pada pemilu terakhir yang memenuhi ambang batas perolehan suara sah secara nasional, parpol yang tidak memenuhi ambang batas perolehan suara pada pemilu sebelumnya, atau parpol baru yaitu parpol yang belum pernah mengikuti pemilu.


    Berita Kamis, 30/8/2012 12:28 - sumber: Solopos

    Berita Lainnya:
  • KONFLIK SYIAH: Di Solo, Tak Ada Masalah Hubungan Syiah dan Umat Lain
  • Tinjau Lapangan, Tim Juri Pusat Nilai Solo Hebat!
  • Anggota Grup Senam PMS Ikuti Halalbihalal
  • Kebutuhan Bus Jurusan Timur Masih Tinggi
  • RUDY: Indonesia Kehilangan Sosok Pencetak SDM Berkualitas
  • KONFLIK SYIAH: Di Solo, Tak Ada Masalah Hubungan Syiah dan Umat Lain

    Harian Kota Solo - KONFLIK SYIAH: Di Solo, Tak Ada Masalah Hubungan Syiah dan Umat Lain
    SOLO – Meski minoritas, jemaat Syiah di Kota Solo mengaku tak pernah mendapat kecaman dari kelompok mayoritas serta kelompok-kelompok lainnya. Melalui silaturahmi yang dibangun dengan umat seagama serta umat berlainan keyakinan lainnya menjadikan jemaat Syiah di Kota Bengawan bisa hidup berdampingan tanpa rasa permusuhan.

    Salah satu tokoh Syiah Solo, KPA Sayid Muhammad Adi Nagoro, menuturkan komunikasi tersebut terjalin melalui forum silaturahmi baitul umah. Dijelaskannya, forum tersebut merupakan ajang pertemuan antarpemuka agama di Kota Solo.
    Tak hanya kepada umat beragama, jemaat Syiah di Solo juga berusaha menghilangkan eksklusifitas mereka dengan cara membaur bersama lingkungan mereka. Berbagai kegiatan sosial, seperti donor darah dan mengundang kaum marginal yang ada di lingkungan mereka tinggal untuk saling berbagi. Mungkin, kondisi ini bisa dicontoh di daerah lain guna menghindari konflik berlatangbelakang suku ras dan antargolongan (SARA).

    Tidak berbicara masalah perbedaan, forum tersebut dijadikan sebagai ajang guna memperkuat silaturahmi antarumat dan antargolongan. “Forum ini sudah berdiri sejak 2006. Ya membahas tentang ukhuwah. Setahun sekali, kami mengadakan pertemuan. Melalui forum ini, sesuatu yang sebelumnya beku bisa mencair setelah kita saling bertemu dan bercengkerama,” terangnya saat ditemui wartawan, di rumahnya, di RT 001/ RW 001, Mertodranan, Pasar Kliwon, Rabu (29/8/2012).

    Dijelaskan pria yang menjabat sebagai ketua forum tersebut, perbedaan merupakan suatu keniscayaan. Dijelaskannya, perbedaan itu ada dan seharusnya dimengerti, bukan membuat kondisi antarkelompok yang berbeda keyakinan untuk saling bermusuhan. “Ibarat bangunan, kalau dilihat dari satu sisi tidak terlihat indah. Namun, jika dilihat dari banyak sisi akan menjadikannya lebih indah, seperti itulah pentingnya memahami perbedaan yang ada,” ungkapnya.

    Dijelaskan Muhammad, di Soloraya terdapat ribuan pengikut Syiah. Mereka pun mempelajari Syiah secara turun menurun. Mereka mengaku tidak terkekang untuk beraktivitas sesuai dengan keyakinan mereka. Muhammad menuturkan rumahnya kerap digunakan sebagai tempat pertemuan pengikut Syiah. Tak hanya didatangi jemaat Syiah, rumah yang terdapat perpustakaan dan menyimpan tentang berbagai dokumen terkait Syiah itu pun pernah didatangi oleh umat agama lain.

    Disinggung konflik di Sampang, Madura, dia pun merasa prihatin. Tak seharusnya konflik yang menyebabkan korban jiwa dari jemaat Syiah itu terjadi. Muhammad pun menyerukan agar seluruh elemen yang ada di Kota Solo merapatkan barisan untuk mempererat silaturahmi. Hal tersebut dilakukan guna mengantisipasi phak-pihak yang berusaha memecah belah umat antargolongan.

    Terkait kasus di Sampang, pihaknya berharap pemerintah bisa bertindak sesegera mungkin agar konflik serupa tak terjadi di wilayah lain.


    Berita Rabu, 29/8/2012 18:13 - sumber: Solopos

    Berita Lainnya:
  • Tinjau Lapangan, Tim Juri Pusat Nilai Solo Hebat!
  • Anggota Grup Senam PMS Ikuti Halalbihalal
  • Kebutuhan Bus Jurusan Timur Masih Tinggi
  • RUDY: Indonesia Kehilangan Sosok Pencetak SDM Berkualitas
  • 2.460 Bus Masuki Terminal Tirtonadi
  • Tinjau Lapangan, Tim Juri Pusat Nilai Solo Hebat!

    Harian Kota Solo - Tinjau Lapangan, Tim Juri Pusat Nilai Solo Hebat!

    SOLO--Tim penilai lomba inovasi manajemen perkotaan Kementerian Dalam Negeri (Kemdagri) terkagum-kagum melihat sederet keberhasilan pembangunan di Kota Solo.

    Mulai dari program penatan pedagang kaki lima (PKL) yang dimulai dengan relokasi 900-an PKL Monumen Banjarsari hingga program penataan kawasan perkotaan dengan keberadaan Night Market Ngarsopuro. Tim penilai yang terdiri dua orang yakni Sri Hartiningsih Purnomohadi dan Suharyono juga takjub dengan keberhasilan program relokasi warga bantaran Sungai Bengawan Solo.

    Apalagi jumlah warga bantaran baik yang berada di tanah negara (TN) dan hak milik (HM) mencapai 1.500 kepala keluarga (KK).

    “Solo hebat. Solo berhasil merelokasi ratusan PKL tanpa bentrok fisik. Seluruh pihak terkait termasuk juga kompak bergotong royong menyukseskan program ini,” kata Sri Hartiningsih, saat ditemui Solopos.com, di sela-sela kunjungan ke urban forest di Kelurahan Pucangsawit, Selasa (28/8/2012).

    Pendekatan manusiawi dan kekompakan jajaran di Solo menurut Ning (sapaan akrabnya) patut dicontoh pemerintah daerah (Pemda) di Indonesia. Sementara disinggung mengenai urban forest, dia menilai masih perlu penyempurnaan. Salah satunya ketelatenan merawat pepohonan supaya bisa tumbuh besar dan rindang. Selain itu menurutnya perlu pengayaan tanaman supaya lebih hijau dan tidak panas seperti sekarang.

    Selain melihat langsung urban forest, tim penilai juga mengunjungi warga penerima hibah (WPH) relokasi di Pucangmojo dan Sabrang Lor, Kelurahan Mojosongo. Sementara Asisten Bidang Ekbang dan Kesra Pemkot Solo, Eny Tyasni Susana, menjelaskan kunjungan lapangan tim penilai dalam rangka melihat langsung program bidang penataan PKL, tata kota dan penataan lingkungan kumuh.

    Program Pemkot Solo di tiga bidang itu menjadi nominasi juara dalam lomba inovasi manajemen perkotaan gelaran Kemdagri. “Masuknya program Solo dalam daftar nominasi lomba menunjukkan keberhasilan Pemkot Solo melakukan inovasi-inovasi dalam pengelolaan manajemen perkotaan,” tegasnya.


    Berita Selasa, 28/8/2012 19:10 - sumber: Solopos

    Berita Lainnya:
  • Anggota Grup Senam PMS Ikuti Halalbihalal
  • Kebutuhan Bus Jurusan Timur Masih Tinggi
  • RUDY: Indonesia Kehilangan Sosok Pencetak SDM Berkualitas
  • 2.460 Bus Masuki Terminal Tirtonadi
  • Pendiri Kolose Teknik St Mikael Romo J Casutt Meninggal Dunia
  • Anggota Grup Senam PMS Ikuti Halalbihalal

    Harian Kota Solo - Anggota Grup Senam PMS Ikuti Halalbihalal

    SOLO--Sekitar 500 orang anggota komunitas Grup Senam Kesehatan Perkumpulan Masyarakat Surakarta (PMS) mengikuti acara peringatan Hari Kemerdekaan dan halalbihalal di Gedung PMS, Solo, Selasa (28/8/2012).

    Penanggung jawab acara tersebut, Ny Gunawan menuturkan rangkaian kegiatan meliputi upacara dan halalbihalal. “Yang ingin kami capai adalah menyehatkan, meningkatkan dan mengolahragakan masyarakat,” ucapnya.

    Selain itu agenda lain dalam gelaran itu adalah afirmative condition oleh dokter Andri Purbranto dari UNS. Pantauan Solopos.com, hadir dalam acara ini Wakil Walikota Solo, FX Rudyatmo dan pengurus PMS.


    Berita Selasa, 28/8/2012 10:50 - sumber: Solopos

    Berita Lainnya:
  • Kebutuhan Bus Jurusan Timur Masih Tinggi
  • RUDY: Indonesia Kehilangan Sosok Pencetak SDM Berkualitas
  • 2.460 Bus Masuki Terminal Tirtonadi
  • Pendiri Kolose Teknik St Mikael Romo J Casutt Meninggal Dunia
  • CPNS: 2013, Pemkot Fokus Rekrut Tenaga Honorer
  • Kebutuhan Bus Jurusan Timur Masih Tinggi

    Harian Kota Solo - Kebutuhan Bus Jurusan Timur Masih Tinggi

    SOLO--Kebutuhan armada bus untuk jurusan arah timur, seperti Surabaya dan sekitarnya, pasca-Lebaran 2012, diakui masih cukup tinggi.

    “Saat ini kebutuhan bus, khususnya untuk jalur atau menuju arah timur [Surabaya dan sebagainya], masih cukup tinggi,” kata Kepala UPTD Terminal Tirtonadi Solo, MV Djammila ketika ditemui wartawan di terminal, Senin (27/8/2012).

    Diakui Djammila, masih terjadi penumpukan penumpang di terminal tersebut. Namun dijelaskan dia, hal itu terjadi karena faktor fanatisme, yaitu penumpang cenderung hanya memilih naik bus-bus dari perusahaan otobus (PO) tertentu.

    “Jadi kesannya terjadi penumpukan penumpang. Padahal itu karena mereka [penumpang] mayoritas memang masih fanatik untuk naik bus-bus tertentu. Selain itu, memang masih ada bus yang terlambat masuk ke terminal karena di beberapa daerah lain memang masih padat sehingga waktu tempuhnya lebih lama,” terangnya.

    Hingga Senin pagi, jumlah bus yang masuk ke Terminal Tirtonadi tercatat 2.170 bus dengan 32.283 penumpang. Sementara yang berangkat dari terminal itu, tercatat 2.394 bus dengan 42.532 penumpang. Sedangkan jumlah bus ekstra yang berangkat dari terminal 18 bus dengan 761 penumpang.

    Semenara itu, berdasarkan evaluasi terhadap pelayanan arus mudik-arus balik Lebaran 2012 di Kota Solo, Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kota Solo, mengklaim telah sukses.

    “Indikatornya, tingkat kecelakaan lalu lintas di Kota Solo menurun dan kemacetan di sejumlah titik rawan bisa cepat diatasi dengan adanya teknologi penunjang yang telah diterapkan, seperti pengoperasionalan kamera CCTV [close circuit television], pemasangan RPPJ [rambu papan petunjuk jurusan] hingga menggiatkan patroli secara intensif selama arus mudik dan arus balik yang dimulai H-7 hingga H+7 Lebaran,” papar Kepala Dishubkominfo Kota Solo, Yosca Herman Soedrajad, didampingi Kepala Bidang (Kabid) Lalu Lintas, Sri Baskoro.


    Berita Senin, 27/8/2012 16:34 - sumber: Solopos

    Berita Lainnya:
  • RUDY: Indonesia Kehilangan Sosok Pencetak SDM Berkualitas
  • 2.460 Bus Masuki Terminal Tirtonadi
  • Pendiri Kolose Teknik St Mikael Romo J Casutt Meninggal Dunia
  • CPNS: 2013, Pemkot Fokus Rekrut Tenaga Honorer
  • DPRD: Honor Penarik Gerobak Sampah Setara UMK
  • RUDY: Indonesia Kehilangan Sosok Pencetak SDM Berkualitas

    Harian Kota Solo - RUDY: Indonesia Kehilangan Sosok Pencetak SDM Berkualitas

    SOLO–Wakil Walikota Solo, FX Hadi Rudyatmo , mengatakan meninggalnya Romo J Casutt merupakan kehilangan besar bagi dunia pendidikan di Indonesia. Terutama karena dalam kiprahnya Romo J Casutt adalah tokoh pencetak sumber daya manusia (SDM ) yang berkualitas.